Hari Rabies Sedunia 2026, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pencegahan Rabies di Kota Padang - Pikiran Rakyat News

Breaking

Tuesday, September 29, 2026

Hari Rabies Sedunia 2026, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pencegahan Rabies di Kota Padang

 


Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka peringatan World Rabies Day (Hari Rabies Sedunia) 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di halaman Kantor Camat Padang Selatan, Senin (28/9).



Padang, Pikiranrakyatnews.my.id-

Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pencegahan dan pengendalian rabies di Kota Padang. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan bersama masyarakat, organisasi profesi, perguruan tinggi, serta sekolah, komunitas, dan kelompok pemilik hewan.


Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka peringatan World Rabies Day (Hari Rabies Sedunia) 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di halaman Kantor Camat Padang Selatan, Senin (28/9).


“Pemko Padang telah menyiapkan 1.400 dosis vaksin rabies gratis pada 2026, dan hingga kini vaksinasi telah diberikan kepada 421 anjing dan kucing peliharaan. Pada 2027, pengendalian populasi anjing liar akan diperkuat dengan melibatkan peran Dubalang, forum RT/RW, dan berbagai komunitas masyarakat," ujar Wawako Padang.


Mengusung tema "Stronger Together", kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi Pemko Padang, bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumbar, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sumbar.


Hadir di kesempatan itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Sukarli, Kepala BKHIT Sumbar, RM Ende Dezeanto, Ketua PDHI Cabang Sumbar, Wahidin Beruh, serta pimpin OPD terkait di lingkup Pemko Padang dan Camat Padang Selatan, Wilman Muchtar.


Maigus Nasir menyampaikan rabies merupakan penyakit menular berbahaya sehingga pencegahan perlu diperkuat melalui edukasi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pencegahan menjadi langkah utama karena rabies memiliki risiko kematian sangat tinggi setelah gejala klinis muncul.


Maigus Nasir menekankan pentingnya penguatan kolaborasi melalui edukasi di forum RT/RW, kelurahan, sekolah, komunitas, serta kelompok berburu, dan perguruan tinggi di Kota Padang guna mencegah gigitan hewan penular rabies. Ia juga mendorong pemberdayaan Dubalang Kota di setiap kelurahan untuk memperkuat sosialisasi sekaligus pengawasan di tengah masyarakat.


Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Sukarli, mengatakan Sumbar masih menjadi daerah endemis rabies. Sepanjang 2025 tercatat 93 kasus positif rabies pada hewan, sedangkan hingga September 2026 terdapat 53 kasus positif yang terdiri atas 30 kasus pada anjing, 21 kucing, dan dua kambing.


“Rabies hampir 100 persen fatal setelah gejala klinis muncul, tetapi kematian dapat dicegah melalui vaksinasi dan penanganan sedini mungkin. Karena itu, setiap gigitan atau cakaran hewan harus segera dicuci dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit, kemudian ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan," kata Sukarli.


Ketua PDHI Cabang Sumbar, Wahidin Beruh, menyebutkan peringatan World Rabies Day 2026 tingkat Provinsi Sumbar di Kota Padang menjadi momentum memperkuat aksi bersama pemerintah dan organisasi profesi. Rangkaian kegiatan meliputi vaksinasi rabies massal bagi anjing dan kucing, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) di tingkat SD, SMP, dan SMA di Kecamatan Padang Selatan, serta pemeriksaan dan pengobatan hewan di tiga shelter. PR-03

No comments:

Post a Comment

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS