PT AMP Sudah Jajaki Peluang Kerja 90 Negara, Hari Ini 29 PMI Berangkat ke Malaysia - Pikiran Rakyat News

Breaking

Friday, September 11, 2026

PT AMP Sudah Jajaki Peluang Kerja 90 Negara, Hari Ini 29 PMI Berangkat ke Malaysia

 

Direktur Utama PT AMP Tafyani Kasim beserta Direktur Keuangan PT AMP dan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat, Jupriyadi bersama perwakilan PMI berfoto bersama saat pelepasan keberangkatan ke Malaysia

Padang, Pikiranrakyatnews.my.id-

PT Andalan Mitra Prestasi (AMP) kembali melepas keberangkatan sebanyak 29 Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk ditempatkan bekerja di CA Integrated Facilities SDN BHD Malaysia, Jumat (11/9).


Ini merupakan kelompok pertama yang diberangkatkan PT AMP dari rencana pengiriman sebanyak 70 PMI ke perusahaan ternama negeri jiran bidang layanan kebersihan profesional dan perawatan fasilitas tersebut.


Mereka nantinya akan menjalani masa kontrak kerja selama dua tahun dan bisa diperpanjang setiap tahun sebagai cleaning service atau petugas kebersihan di mall-mall besar jaringan CA CA Integrated Facilities SDN BHD.


Setiap PMI setiap bulannya akan menerima salary atau gaji pokok sebesar 1.700 RM atau setara Rp8 juta selain juga disediakan fasilitas seperti tempat tinggal, uang lembur serta transportasi.


Direktur Utama PT AMP Tafyani Kasim beserta Direktur Keuangan PT AMP, Rika Evawani hadir langsung saat acara pelepasan PMI di Aula Kantor PT AMP Jalan S. Parman No.80-82-118B Lolong Belanti Padang.


Hadir juga saat itu Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat, Jupriyadi, perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan Padang beserta para kepala divisi dan manager PT AMP Group.


Direktur Utama PT AMP, Tafyani Kasim mengatakan dari rencana pengiriman 70 PMI, baru sebanyak 29 orang diberangkatkan pada hari ini dan sisanya menyusul dalam bulan ini juga karena sedang proses pengurusan visa.


Tafyani mengatakan sudah bekerja sama dengan perusahaan tersebut selama 15 tahun dan telah mengirimkan lebih dari 1.000 PMI dari seluruh cabang PT AMP yang ada di tanah air.


“Saat ini juga ada 200 permintaan baru lagi untuk penempatan di  Malaysia. Kita menargetkan dapat  mengirimkan setidaknya sebanyak 500 PMI ke Malaysia hingga akhir tahun 2026,” ujar Tafyani.


Tafyani mengatakan setelah masa Covid-19 berlalu, berbagai persoalan global dan kondisi di Malaysia sendiri membuat pengiriman pekerja migran ke Malaysia masih belum sepenuhnya normal.


Direktur Utama PT AMP Tafyani Kasim menyerahkan paspor kepada PMI saat pelepasan keberangkatan ke Malaysia

Sejak dua tahun terakhir Malaysia hanya menerima pekerja migran untuk sektor perladangan atau perkebunan. Sekarang sudah buka untuk semua sektor tetapi dikuasai Bangladesh dan Nepal.


“Bahkan orang Bangladesh mau membayar mahal agar mereka bisa bekerja di Malaysia, jadi sekarang persaingan untuk bekerja di Malaysia sudah sangat berat,” tutur Tafyani lagi. Menyikapi hal tersebut, Tafyani mengatakan PT AMP tidak lagi berfokus pada pengiriman semata ke negara Malaysia yang selama ini menjadi negara tujuan utama penempatan PMI terutama dari Sumbar.


“Ada sebanyak 90 negara lebih yang sudah kita lakukan penjajakan kerja sama untuk penempatan PMI. Sebelumnya kita sudah membuat kerja sama dengan Turki, ke depan kita fokus negara tujuan lai,” sebutnya lagi.


Tafyani mengimbau para PMI agar mengikuti aturan yang berlaku di  negara penempatan sehingga betah dan sukses  bekerja di negeri orang serta mampu mensejahterakan diri dan keluarganya.


“Kita sudah 30 tahun usaha bidang penempatan. Pengalaman selama ini rata-rata PMI sukses, mereka bisa beli tanah, rumah, sawah. Kalaupun ada yang gagal seringnya karena masalah pribadi,” jelasnya lagi.


Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi memberikan apresiasi kepada Dirut PT AMP Tafyani Kasim karena telah menfasilitasi masyarakat Sumbar untuk mencari nafkah, ilmu dan pengalaman di luar negeri.


“Mencari pekerjaan di dalam negeri cukup sulit, Pak Tafyani telah membuka kesempatan itu dan menolong banyak masyarakat Sumbar untuk mendapatkan pekerjaan dan kesejahteraan,” ujarnya.


Ia menyebut PMI yang diberangkatkan tersebut sebagai calon orang-orang kaya dan berangkat melalui PT AMP sudah sangat tepat karena jalur resmi dan tentunya akan dilindungi negara.


“Dari kementerian biasanya kami juga menyalurkan Rp3 juta sebagai modal usaha membeli peralatan bagi PMI purna yang sudah kembali ke Indonesia dan mau berwirausaha di dalam negeri,” tambahnya lagi.


Ia mengimbau PMI yang akan diberangkatkan untuk menjaga nama baik PT AMP, nama baik negara,  mengutamakan kesehatan dan keselamatan serta dapat memanage keuangan sehingga bisa mengirim untuk keluarga.PR-09

No comments:

Post a Comment

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS