Disdikbud Padang Perkuat Pencegahan Perundungan di Sekolah - Pikiran Rakyat News

Breaking

Thursday, October 22, 2026

Disdikbud Padang Perkuat Pencegahan Perundungan di Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova berfoto bersama usai kegiatan pendampingan pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi bagi 342 guru Sekolah Dasar (SD) se-Kota Padang di Gedung Youth Center Padang, pada 20–21 Oktober 2026.

Padang, Pikiranrakyatnews.my.id
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang menggelar pendampingan pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi bagi 342 guru Sekolah Dasar (SD) se-Kota Padang di Gedung Youth Center Padang, pada 20–21 Oktober 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova baru-baru ini mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik sekaligus mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk perundungan, kekerasan, dan intoleransi.


"Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman dan kapasitas para guru agar mampu mengenali berbagai bentuk perundungan, kekerasan, maupun intoleransi, sekaligus memahami langkah pencegahan dan penanganan yang tepat di lingkungan sekolah," kata Yopi Krislova.


Menurutnya, kegiatan pendampingan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan terhadap peserta didik, sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).


Disdikbud Kota Padang menekankan pentingnya peran guru tidak hanya dalam proses pembelajaran, tetapi juga dalam membangun budaya sekolah yang aman, saling menghormati, toleran, dan peduli terhadap sesama.


Melalui pendampingan tersebut, Disdikbud Kota Padang juga mendorong penguatan penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar.


Yopi menegaskan, upaya pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi perlu menjadi perhatian bersama agar setiap murid memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensinya tanpa rasa takut.


"Kami berharap para guru dapat menerapkan pemahaman yang diperoleh melalui pendampingan ini di sekolah masing-masing, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai bagi seluruh warga sekolah,"imbuhnya.PR-03

No comments:

Post a Comment

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS