![]() |
| Baliho Sosialisasi Bekerja ke Luar Negeri Aman disampaikan BP3MI Sumbar |
Tanah Datar, Pikiranrakyatnews.my.id
Sosialisasi dan peluang kerja ke luar negeri bagi generasi muda yang diselenggarakan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran (BP3 MI) Sumatera Barat, Sabtu (22/11) di aula eksekutif kantor Bupati Tanah Datar, sukses dilaksanakan.
Kepala BP3 MI Sumbar, Balai Jupriadi, S. Sos, MM juga berharap sosialisasi jadi perhatian publik agar lebih mudah mengetahui literasi terkait apa mesti disiapkan keinginan bekerja di luar negeri.
“Alhamdulillah pada pagi ini kami dari kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, kita dapat melaksanakan kegiatan sosialisasi pelindungan pekerja migran Indonesia," kata Jupriadi.
Disebutkannya, ada 23 satker yang ada di bawah naungan Kementerian Tenaga Kerja. Banyak sekali program peluang kerja ke luar negeri ditawarkan kepada masyarakat.
Contohnya saat ini, raih peluang kerja ke luar negeri secara aman dan sesuai regulasi. Jangan percaya dengan agen yang tidak resmi. Perhatikan apabila ada calo atau agen yang menawarkan program yang data tidak lengkap dan tidak terdaftar, silahkan laporkan ke BP3MI Sumbar.
Jupriadi juga menjelaskan, untuk bekerja ke luar negeri dibutuhkan skill dan patuhilah aturan berlaku. Ketentuan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, yang menegaskan setiap calon pekerja migran harus melalui proses penyiapan dan verifikasi sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
Dikatakannya persyaratan itu, berusia minimal 18 tahun atau sesuai ketentuan usia minimum di negara tujuan. Memiliki keahlian dan keterampilan sesuai jenis pekerjaan yang akan dilamar. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan kesehatan resmi.
Lalu mengikuti pelatihan dan uji kompetensi, jika diwajibkan oleh negara tujuan atau bidang pekerjaan tertentu. Beberapa persyaratan itu mesti dilengkapi dan dipahami.
BP3MI Sumbar saat ini sudah melakukan beberapa program antara lain terkait adanya pekerja Migran asal Pasaman Sumatera Barat yang disiksa di negeri Jiran.
Ia mengungkapkan bahwa tim pelindungan BP3MI terus menjalin komunikasi erat dengan KBRI Malaysia untuk memantau perkembangan kasus. Koordinasi juga dilakukan dengan dinas terkait di Kabupaten Pasaman untuk memastikan dukungan keluarga dan penanganan terbaik bagi korban. Kasus PMI Sumbar disiksa ini menyoroti kerentanan serius yang dihadapi pekerja migran nonprosedural di negara asing.
Disamping itu,BP3MI Sumbar juga memberikan sosialisasi bekerja aman ke luar negeri melalui baliho dipasang beberapa tempat lokasi strategis di Sumatera Barat diantaranya Kota Padang,Kota Bukittinggi Kota Solok dan Kota Payakumbuh, sudah dipasang sejak beberapa bulan lalu.PR-Eko
















No comments:
Post a Comment