Padang, Pikiranrakyatnews.my.id
Pembangunan berbasis budaya dapat meningkatkan kualitas sosial masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Beranjak dari itu, Pemko Padang melalui dana pokir anggota DPRD Kota Padang Mulyadi Muslim menggelar kegiatan pelatihan adat budaya (alua pansambahan dan penyelenggaraan jenazah) di aula MA Perguruan Islam Ar Risalah selama 2 hari, 10-11 November 2025.
Tema kegiatan tersebut, melalui alua pansambahan dan penyelenggaraan jenazah kita lestarikan nilai-nilai adat salingka nagari. Jumlah peserta pelatihan tersebut 80 orang dari unsur masyarakat yang ada di berbagai kelurahan Koto Tangah .
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova melalui Kepala Kabid Kebudayaan, Syamdani saat membuka kegiatan itu mengatakan, Pemerintah Kota Padang menempatkan kegiatan seperti ini sebagai bagian dari strategi besar penguatan karakter masyarakat nagari di perkotaan, pengembangan sektor pariwisata budaya, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga nilai-nilai lokal.
Disebutkannya, dalam beberapa tahun terakhir, Pemko Padang bersama lembaga adat telah melakukan berbagai langkah konkret. Salah satunya dengan Kegiatan Alua pasambahan untuk penyelenggarakan jenazah yang sesuai ajaran agama dan Adat Budaya Salingka nagari ini sebagai pembinaan kepada generasi muda, untuk melanjutkan nilai- nilai Agama dan Adat budaya.
Upaya ini tentu tidak akan berarti tanpa dukungan nyata dari seluruh pihak, termasuk anggota legislatif seperti yang dilakukan oleh anggota DPRD Padang Mulyadi Muslim, ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, dan seluruh masyarakat yang masih percaya bahwa adat dan budaya adalah tiang penyangga kehidupan sosial.
"Semua kita menyadari bahwa zaman telah berubah. Arus modernisasi, globalisasi, dan teknologi digital membawa tantangan baru yang tidak bisa diabaikan. Banyak generasi muda hari ini yang mulai kehilangan keterhubungan dengan akar budayanya," kata Syamdani.
Lebih jauh disebutkan, dalam konteks Kota Padang, adat dan budaya bukan hanya bagian dari identitas, tetapi juga aset pembangunan.
Pada tempat yang sama anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PKS, Mulyadi Muslim mengatakan, Kota Padang bukan hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan di pantai barat Sumatra, tetapi juga sebagai tempat bertemunya sejarah, adat, dan kebudayaan yang kaya. Dalam setiap denyut kehidupan masyarakatnya, masih terasa kuat prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah sebagai suatu pandangan hidup yang telah menjadi fondasi sosial, moral, dan spiritual bagi orang Minangkabau sejak berabad-abad lalu.
"Pelatihan adat dan budaya juga merupakan ruang untuk memperkuat dialog antar generasi. Para ninik mamak dan bundo kanduang bukan hanya narasumber sejarah, tetapi juga sumber kebijaksanaan hidup yang relevan dengan zaman kini," ujar Mulyadi Muslim.
Ditambahkan, kegiatan ini juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan kebudayaan yang lebih kuat di masa depan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan lokal.PR-07
















No comments:
Post a Comment