Sebagai Anggota DPR RI dari Komisi XII, Rico Alviano selalu peduli dengan hal masa depan kehidupan alam lebih baik. Hal ini tentu berkaitan dengan lingkungan hidup.
"Setiap tanggal 21 november kita memperingati Hari Pohon Sedunia. Saatnya kita lebih peduli dengan lingkungan hidup. Supaya pohon jadi sumber oksigen,"ungkap Rico Alviano kepada wartawan baru-baru ini di Padang.
Hari Pohon Sedunia digagas Julius Sterling Morton, seorang pencinta alam dari Amerika Serikat, dia gigih mengampanyekan gerakan menanam pohon. Morton dan istrinya, Caroline Joy French, pada 1854 pindah dari Michigan ke Nebraska yang baru terbentuk, yaitu wilayah tanpa pepohonan.
Momentum Hari Pohon Sedunia mengajak masyarakat memahami bahwa keberlanjutan ekosistem bergantung pada keputusan harian dalam menjaga lingkungan.
Pohon tidak hanya menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida, tetapi juga menampung air dalam jumlah besar, membantu menjaga keseimbangan ekosistem.
Menanam pohon dan melakukan penghijauan bisa mencegah bencana seperti banjir dan tanah longsor. Hal itu karena akar pohon mampu menyerap air hujan secara maksimal.
Dengan begitu, gerakan ini berperan menciptakan lingkungan yang seimbang, menekan dampak negatif perubahan iklim.
Hal senada juga disampaikan Eko Kurniawan pengacara peduli terhadap lingkungan hidup .
"Hari Pohon Sedunia tidak sekedar seremonial. Lebih dari pada itu, memberikan sinyal bahwa saat ini di Brasil lagi berlangsung COP30. Posisi untuk lebih memberikan dampak bumi lebih baik.Apalagi Indonesia memiliki potensi dan posisi strategis. Dari peluncuran Blue Carbon Guide hingga potensi transaksi yang telah mencapai 13,5 juta ton CO₂e atau setara Rp7 triliun,"ungkapnya.
Mengatasi krisis iklim bukanlah hal yang mudah — perlu kolaborasi untuk mempercepat solusi dan memastikan aksi nyata berjalan di semua lini.PR-Eko
















No comments:
Post a Comment