![]() |
| Gubernur Sumbar, Mahyeldi serahkan sertifikat naik status UPTD RSH Sumbar menjadi BLUD kepada Direktur BLUD Drh. Hasnawi disaksikan Kepala DPKH Sumbar, Sukarli |
Padang, Pikiranrakyatnews.my.id
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbar berhasil menaikan status dari Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). UPTD Rumah Sakit Hewan (RSH) Sumbar mengukir sejarah baru, menjadi RSH pertama di Indonesia dengan status BLUD.
Keberhasilan RSH Sumbar mengukir prestasi gemilang dan 2 UPTD lainnya mendapatkan apresiasi luar biasa dari Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat peresmian naik status jadi BLUD tersebut di RSH Sumbar, Senin (19/01/2026).
Dari 3 UPTD yang diajukan lolos semua menjadi BLUD seperti UPTD Rumah Sakit Hewan (RSH) di Kota Padang, UPTD Ternak Unggas di Kabupaten Pasaman Barat, dan UPTD Balai Pengembangan Teknologi dan Sumber Daya (BPTSD) Tuah Sakato Payakumbuh.
"Kita sangat bangga, RSH Sumbar menjadi RSH pertama di Indonesia menjadi BLUD. Tentu prestasi yang bisa diraih ini membanggakan Sumbar,"kata gubernur.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi berfoto bersama dengan Kepala DPKH Sumbar, Sukarli dan para Direktur BLUD serta Kepala OPD Pemprov Sumbar lainnya usai menerima sertifikat BLUD
Disebutkannya, hingga saat ini sudah sebanyak 55 UPTD menjadi BLUD di Sumbar.
Menurut gubernur, dengan naik status jadi BLUD tersebut maka berdampak positif terhadap masyarakat dan pemerintah daerah.
Lebih jauh disebutkan gubernur, BLUD bakal berdampak pak peningkatan pelayanan kepada masyarakat, kinerja dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selanjutnya, BLUD bisa dikelola secara profesional dan bisa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.
Pada tempat yang sama, Kepala DPKH Sumbar, Sukarli mengatakan, setelah 3 UPTD ini menjadi BLUD bakal ditindaklanjuti 2 UPTD lagi seperti UPTD Pengujian Mutu Produk Peternakan (PMPP) di Padang dan UPTD Ruminansia di Pasaman Barat untuk naik status jadi BLUD.
Lalu, RSH Sumbar selama ini juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti perguruan tinggi Fakultas Kedokteran Hewan Unand, UNP, IPB dan UMSB. Menurut Sukarli, dengan naik statusnya 3 UPTD tersebut jadi BLUD, target PAD DPKH Sumbar juga meningkat dari Rp2,7 Miliar menjadi Rp3,7 Miliar pada tahun 2026 ini.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi menandatangani prasasti BLUD didampingi Kepala DPKH Sumbar, Sukarli dan 3 rang para Direktur BLUD
Namun yang paling signifikan peningkatan target PAD pada tahun 2026 ini adalah RSH Sumbar dari Rp400 juta tahun 2025 menjadi Rp1,2 miliar pada tahun 2026 ini setelah jadi BLUD.
Kemudian Direktur BLUD RSH Sumbar, Drh.Hasnawi menambahkan, pada tahun 2025 lalu RSH Sumbar sudah semakin melengkapi peralatan modern dan fasilitas layanan.
Dua peralatan modern seperti PCR dan Rontgen serta lampu operasi sudah hadir sehingga pelayanan pasien semakin meningkat setelah menjadi BLUD ini.
"Jadi dengan menjadi BLUD maka pelayanan RSH Sumbar ke masyarakat semakin baik dan PAD Sumbar pun meningkat,"imbuh Hasnawi.PR-03
-
















No comments:
Post a Comment