Padang, Pikiranrakyatnews.my.id
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumbar belum lama ini telah meluncurkan inovasi pembelajaran Kelas Berbagi KKS (Knowledge Sharing Session).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 893 orang peserta dari berbagai provinsi se-Indonesia.
Kepala BPSDM Sumbar, Barlius mengatakan, program ini adalah series kebencanaan sebagai wadah penguatan kapasitas ASN dan pemangku kepentingan dalam bidang penanggulangan bencana.
Dijelaskan Barlius, Sumbar merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi sehingga diperlukan peningkatan kompetensi ASN secara berkelanjutan melalui model pembelajaran inovatif dan kolaboratif.
KSS merupakan strategi penguatan kapasitas ASN kebencanaan melalui pembelajaran berbagi pengetahuan dan praktek baik lintas lembaga. Kegiatan ini dirancang rutin 1 kali setiap bulan minggu ke-2 pada Hari Rabu, sebagai instrumen kesiapsiagaan SDM daerah.
Pada tempat yang sama, Kabid PKTI, Monita, S.Farm., Apt., M.Sc. menjelaskan bahwa KSS dirancang sebagai platform pembelajaran terbuka dengan melibatkan narasumber dari K/L/PD, Pemda, akademisi, serta praktisi kebencanaan.
“Melalui KSS, kami ingin membangun ekosistem pembelajaran kolaboratif pusat - daerah dan lintas sektor, sekaligus mendokumentasikan praktek baik pengembangan kompetensi kebencanaan,” jelas Monita.
Dikatakannya, KKS ini juga mengaktifkan kembali alumni pelatihan Kebencanaan di BPSDM sejak tahun 2018 sampai 2025 yang tersebar di beberapa OPD dan kab/kota, dengan memberikan update ilmu.
Pada seri perdana kebencanaan ini, hadir Ario Lombar, SE., M.Ikom dari Pusdiklat PB BNPB sebagai narasumber nasional dan Kalaksa BPBD Prov Sumbar yang diwakili oleh Rezky Hidayat, SP., M.Si.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan koordinasi, kesiapsiagaan, serta integrasi kapasitas SDM dalam sistem penanggulangan bencana.
Antusiasme peserta sangat tinggi, dengan jumlah peserta mencapai 893 orang bukan saja dari Pemprov. Sumbar, tetapi juga dari berbagai daerah lain diantaranya Provinsi Sumut, Jabar, Kota Bandung, Nusa Tenggara Timur, Kendari, Kutai Timur dan Kalimantan Selatan.
Hal ini menunjukkan bahwa KSS telah menjadi platform pembelajaran lintas daerah yang diminati secara nasional.
KSS akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan tema-tema strategis pengembangan kompetensi teknis pemerintahan dan kebencanaan, sebagai bagian dari inovasi penguatan kapasitas ASN dan peningkatan kualitas tata kelola PB di daerah.PR-07


















No comments:
Post a Comment